Mogimba Reggae Palu

PALU, reggaeindonesia.co.id - Perjalanan sejarak musik Kota Palu, Sulawesi Tengah tidak bisa lepas dari Mogimba Reggae Palu (MRP) yang merup...

PALU, reggaeindonesia.co.id - Perjalanan sejarak musik Kota Palu, Sulawesi Tengah tidak bisa lepas dari Mogimba Reggae Palu (MRP) yang merupakan komunitas reggae pertama yang lahir dari denyut akar rumput. MRP tidak lahir dari panggung besar atau struktural formal, melainkan dari pertemanan kecil, obrolan panjang, dan keresahan bersama sekelompok pemuda yang mencari ruang ekspresi, persaudaraan, dan makna hidup melalui musik reggae.

Deklarasi Mogimba Reggae Palu dilakukan pada 28 Desember 2008 silam, sebuah penanda awal lahirnya kesadaran kolektif. Pengesahan simbolis kemudian disepakati pada 6 Februari 2009, tanggal yang tidak dipilih secara kebetulan. Para pendiri secara sadar mengikat momentum kelahiran organisasi ini dengan hari lahir Bob Marley (Robert Nesta Marley), figur yang bagi mereka bukan sekadar musisi, melainkan simbol perlawanan tanpa kekerasan, persamaan lintas ras, dan spiritualitas yang membumi.


Sejak awal, Mogimba menanamkan keyakinan bahwa reggae adalah bahasa universal untuk menyampaikan pesan damai. Cikal bakal Mogimba bermula dari diskusi sederhana kongko-kongko di sudut-sudut kota, di teras rumah, di pinggir jalan, dan di ruang-ruang informal yang jauh dari kesan elit.

Dari ruang itulah tumbuh kesadaran bersama untuk membangun kreativitas pemuda Palu, sekaligus menanamkan nilai cinta damai sebagai sikap hidup. Filosofi 'anak reggae cinta damai' bukan jargon kosong, melainkan kompas moral yang menuntun gerak komunitas: bahwa reggae tidak berhenti pada musik, tetapi hadir sebagai etika sosial, cara memandang sesama, dan keberpihakan pada kemanusiaan.

Nama Mogimba sendiri merupakan pernyataan identitas yang kuat. Berasal dari bahasa Kaili—suku asli Sulawesi Tengah—kata 'Mo' berarti ajakan, sementara 'Gimba' adalah alat musik pukul tradisional masyarakat Kaili. Secara harfiah, Mogimba berarti 'mari bermain gimba'.

Namun secara filosofis, ia mengandung makna yang lebih dalam, yakni ajakan untuk berdendang bersama, merayakan kehidupan, dan menjembatani musik modern dengan akar budaya lokal. Bagi Mogimba, gimba tidak hanya milik upacara adat, tetapi juga dapat hidup berdampingan dengan reggae—sebuah pernyataan bahwa tradisi dan modernitas tidak harus saling meniadakan.

Aktivitas dan Perkembangan Awal (2009–2011)
Pada fase awal pergerakannya, Mogimba Reggae Palu tampil sebagai komunitas yang aktif dan membumi. Mereka memilih jalan aksi nyata melalui kegiatan akar rumput. TOGE (Trotoar Reggae) menjadi medium utama: pertunjukan musik jalanan yang menghidupkan ruang publik dan mendekatkan reggae kepada masyarakat luas tanpa sekat panggung. Selain itu, Ngamen Amal dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial, menjadikan musik sebagai sarana berbagi dan solidaritas.

Dalam waktu yang relatif singkat, Mogimba juga berhasil membangun jejaring nasional. Hubungan dengan musisi dan komunitas reggae Indonesia terjalin melalui sesi musik bersama Steven (eks Coconut Treez & P.A.L.L.O/Rival Himran), serta kunjungan Band The Babylonians dari Jakarta dan Om Bob dari Kalimantan. Pertemuan-pertemuan ini memperluas cakrawala Mogimba, memperkuat rasa bahwa Palu adalah bagian dari peta reggae nasional.

Pada ulang tahun kedua tahun 2011, Mogimba Reggae Palu menunjukkan kematangannya dengan melahirkan tiga band reggae lokal: Tagareggae, Prapatan Reggae, dan Jalanan Reggae. Kehadiran band-band ini menandai pergeseran Mogimba dari sekadar komunitas berkumpul menjadi ruang inkubasi kreatif. Efek domino pun terjadi.

Di wilayah Sulawesi Tengah, muncul komunitas-komunitas reggae lain seperti RSD Reggae Scooter Donggala dan Vivalarasta, yang secara langsung maupun tidak langsung terinspirasi oleh eksistensi Mogimba.

Hiatus dan Proses Pendewasaan
Seiring perjalanan waktu, Mogimba Reggae Palu memasuki fase hiatus yang cukup panjang—sekitar tiga belas tahun. Namun, periode ini tidak dapat dimaknai sebagai kematian. Ia lebih tepat dibaca sebagai fase lakun: sebuah jeda yang lahir dari dinamika kehidupan, tanggung jawab personal, serta perubahan sosial yang menuntut penyesuaian. Aktivitas kolektif memang mereda, tetapi itu bukan berarti nilai-nilai Mogimba lenyap begitu saja.

Reggae tetap hidup dalam ingatan kolektif para anggotanya—dalam persahabatan yang terjaga, dalam musik yang terus diperdengarkan, serta dalam identitas kultural yang melekat dan membentuk cara pandang mereka. Vakum ini justru menambahkan lapisan makna baru: bahwa keberadaan sebuah komunitas tidak selalu ditentukan oleh intensitas kehadiran fisik, melainkan oleh daya hidup nilai-nilai yang dipelihara secara konsisten, meski dalam bentuk yang paling sederhana.

Dalam diam, Mogimba menyerap waktu, mengendapkan pengalaman, dan membiarkan kesadaran kolektifnya matang. Hiatus ini bukan akhir, melainkan ruang refleksi—sebuah proses pendewasaan yang menyiapkan komunitas untuk kembali bersuara dengan kesadaran yang lebih jernih dan pijakan yang lebih kokoh.


Anniversary Ke-18 Dan Kebangkitan (2026)
Memasuki 2026, Mogimba Reggae Palu memajaki usia delapan belas tahun—sebuah usia simbolik kedewasaan, ketika sebuah gerakan tidak lagi bertanya siapa dirinya, melainkan kemana akan melangkah. Anniversary ke-18 yang diperingati pada 5-7 Februari 2026 ini tidak diposisikan sebagai pesta semata, melainkan sebagai momentum refleksi sejarah sekaligus penanda kebangkitan kesadaran kolektif komunitas.

Dengan mengusung tema REWIND – RECONNECT – RESOUND, Mogimba menegaskan tiga gerak utama yang saling bertaut:
  • Rewind : menengok kembali akar sejarah dan jejak langkah yang membentuk identitas;
  • Reconnect : menyambung kembali simpul generasi lama dan generasi baru yang sempat terputus oleh waktu;
  • Resound : menghidupkan kembali suara komunitas agar tidak berhenti sebagai gema masa lalu, tetapi terus beresonansi di ruang sosial hari ini dan esok.

Momentum kebangkitan Mogimba Reggae Palu pada peringatan Anniversary ke-18 tidak hanya dimaknai sebagai perayaan usia, tetapi juga sebagai penegasan hidupnya kembali ekosistem reggae lokal yang telah tumbuh dan berproses selama bertahun-tahun.

Hal tersebut tercermin dari kehadiran sejumlah band dan unit Jamaican sound lokal yang akan meramaikan rangkaian acara. Deretan pengisi acara ini bukan sekadar tampil sebagai hiburan, melainkan hadir sebagai representasi nyata dari denyut pergerakan dan ruang tumbuh yang selama ini dibangun bersama oleh komunitas Mogimba Reggae Palu.

Sejumlah nama yang dipastikan tampil antara lain: Baluntas Reggae, Jeemaica, Jalanan Reggae, Thya’s, Hammer Reggae Soul, Prapatan Reggae, Labucezzo, Rakuti Rasta, The Moska, Regendate, D’Wasa, Pelangi, Bjon, Marisi, Smile Jamming, dan The Candu.

Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa skena reggae Palu berkembang secara organik, lintas gaya, dan terus melahirkan ekspresi musikal baru tanpa tercerabut dari akar Jamaican sound. Kehadiran band-band ini menegaskan bahwa Mogimba Reggae Palu bukan hanya menjadi ruang wacana atau nostalgia, tetapi juga berfungsi sebagai ekosistem kultural yang menumbuhkan regenerasi, solidaritas, serta keberlanjutan musik reggae di daerah.

Anniversary ke-18 ini pun menjadi penanda bahwa reggae lokal masih hidup, berdenyut, dan terus menemukan relevansinya di tengah perubahan zaman.
-advertisement-


-advertisement-


-advertisement-


Nama

Album,18,Artist,44,Berita,125,Editorial,8,Eksplorasi,34,Ekspos,4,FFWD Fest,7,Gallery,10,Headline,14,Jadwal,28,Kabar Seberang,2,Komunitas,4,Liputan,33,Reggae Is Our Talk,2,Release,85,Resensi,7,Single,67,Spot,1,Video,13,
ltr
item
REGGAE INDONESIA: Mogimba Reggae Palu
Mogimba Reggae Palu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ_2VTZ7uOOeM9r75COnMUsIqeDBcP8j8cbN1jVgcmgIUysOKS8hlJHrspQyll7vDwkndvlKFbfUWM-58KfNk85qugvPOI8SpHR7fY9_NOb21MXKCW2ZIeaWrj1_d7LcS0YD2UBgArCb8LoXL_6xouMiDTq9YesVaUbSTD_lQTkwOVBB4h2rm1mrqSFpbI/s16000/WhatsApp%20Image%202026-01-27%20at%2010.26.34.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ_2VTZ7uOOeM9r75COnMUsIqeDBcP8j8cbN1jVgcmgIUysOKS8hlJHrspQyll7vDwkndvlKFbfUWM-58KfNk85qugvPOI8SpHR7fY9_NOb21MXKCW2ZIeaWrj1_d7LcS0YD2UBgArCb8LoXL_6xouMiDTq9YesVaUbSTD_lQTkwOVBB4h2rm1mrqSFpbI/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-01-27%20at%2010.26.34.jpeg
REGGAE INDONESIA
https://www.reggaeindonesia.co.id/2026/01/mogimba-reggae-palu.html
https://www.reggaeindonesia.co.id/
https://www.reggaeindonesia.co.id/
https://www.reggaeindonesia.co.id/2026/01/mogimba-reggae-palu.html
true
5602750703947964733
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content