YOGYAKARTA, reggaeindonesia.co.id - Sandstorm Of Youth atau yang kerap dipanggil dengan akronim SOY ini lahir dan tumbuh di Kota Pelajar, Yo...
YOGYAKARTA, reggaeindonesia.co.id - Sandstorm Of Youth atau yang kerap dipanggil dengan akronim SOY ini lahir dan tumbuh di Kota Pelajar, Yogyakarta. Unit musik reggae yang kental dengan sound modern ini terdiri dari tujuh wajah yang sulit diingat; Aamaga (Gitar, Vokal), Agripa (Vokal), Sukmo (Vokal), Yoga (Gitar), Reynaldo Daniel (Bass), Bima (Synth, Piano) dan Dary (Drum).
Proyek musik SOY ini dalam penulisan lirik, mereka mengambil ide-ide liar seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan zat, kecanduan, mental illness, penemuan jati diri, hingga transformasi spiritual. Sandstorm Of Youth terbentuk di Yogyakarta pada tahun 2024, yang secara harfiah memiliki arti "badai masa muda."
Sementara itu, "SOY" juga berarti "saya" dalam bahasa Spanyol. Jika digabungkan, SOY mewakili doa individualitas dalam masa muda yang penuh warna dan misterius. Ini juga berarti SOY sebagai penanda masa muda yang penuh kenakalan dan petualangan, tetapi pengalaman-pengalaman tersebut lah yang membentuk siapa mereka hari ini.
Rekam jejak Sandstorm Of Youth dalam pengkaryaan sudah cukup layak diakui dengan beberapa single dan album penuh yang sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming musik digital. Beberapa diantaranya adalah single Crystal Vision (2024), Aren’t We Lost Under The Skies? (2024), Monoculture (2025), 247 (2025), Galat (2025), dan satu album Flying Colors (2025) yang berisi 13 lagu.
Untuk mengenal lebih jauh tentang SOY ini bisa ikuti akun instagram @sandstormofyouth. Dan jika ingin bekerjasama dengan SOY bisa melalui e-mail sandstormofyouth@gmail.com





